Jumat, 20 November 2009

Tujuh Perangkap Pembodohan Diri

Semua orang Genius, tak ada yang bodoh kecuali ada band 'manusia bodoh'. Semua manusia terlahir dengan potensi yang sama. Yakni memiliki otak. hati dan tubuh. Tiga potensi ini dimiliki oleh semua manusia. Hanya saja dalam proses perjalanan waktu dan pengalaman hidup, telah masuk dalam perangkap pembodohan diri, begitu kata pak Waidi yang menulis buku self empowerment by NLP yang tulisannya menginspirasi tulisan ini.

Tanpa terkecuali apapu latar belakangnya. Kaya atau miskin, semua memiliki peluang masuk dalam perangkap ini. Dan yang masuk, cepat atau lambat pasti akan menjadi manusia bodoh. Jadi ingat lagi lagu ada band yang manusia bodoh. Tapi bukan seperti yang ada band bilang, ini lebih pada pola pikir. Sudah tidak sabar ingin tahu apa saja 7 perangkap itu? oke kita simak satu persatu!

  1. Kita cenderung mengejar kemudahan dari pada kesulitan, kerumitan. Sekilas sepertinya benar ya? bukankah kita selalu diajarkan untuk mengerjakan yang mudah-mudah dulu. Dan itu memang menjadi naluriah kita untuk mencari yang mudah. Kalo ada yang mudah buat apa yang susah gitu aja kok repot. Namun jika kita terbiasa dengan yang mudah, otak kita cenderung malas belajar dan kurang optimal dalam bekerja dan akhirnya fungsi otak melemah dan jadilah kita bodoh.
  2. Kita cenderung menutup pikiran. Disamping suka dengan yang mudah, kita sukanya menutup pikiran kita untuk belajar sesutu yang baru. Ini akibat malas belajar yang sulit tadi, jadi tidak mau jika ada persoalan baru, makanya lebih baik menutup pikiran alias tidak mau tahu hal baru. Ini juga lama kelamaan akan membuat kita menjadi manusia bodoh.
  3. Memiliki Arogansi Intelektual. Sadar atau tidak kita sering merasa pendapat kita jauh lebih benar dari pada pendapat atau teori orang lain. Betul tidak?...Tidak ada tempat untuk argumentasi orang lain pada kita. Nah ini jika dibungkus lagi dengan sikap emosional yang tidak mau tahu atau menutup pikiran tadi, bisa menjadi pangkal kebodohan. Semakin arogan, semakin sulit menerima ide orang lain dan semakin sedikit ilmu yang kita tahu maka pasti akan semakin bodohlah kita. eh..kita...mereka maksudnya bukan kita. Anda dan saya adalah orang yang tidak mau terperangkap menjadi manusia bodoh. betul tidak?...
  4. Sikap kita yang cenderung takut salah. hampir disemua keadaan, budaya kita selalu cenderung tidak menghargai kesalahan. Nah ini menurut para pakar mindset navigator atau para hypnoterapi, orang yang selalu takut salah akan menganggap dirinya bodoh, dan saat dia menganggap dirinya bodoh maka dia telah memprogram alam bawah sadarnya menjadi manusia bodoh. Saat programnya jalan, maka program manusia bodoh akan berjalan secara default.
  5. Terperangkap dalam citra diri yang rendah. banyak orang yang memandang dirinya sebagai manusia inferior, khusunya orang yang memiliki latar belakang orang kurang mampu/miskin. Kekurangan mereka dalam berbagai hal membuat mereka rendah diri. Mereka merasa tidak mungkin bisa belajar lebih tinggi disebabkan mereka tidak memiliki biaya untuk itu.
  6. Terperangkap Waktu. Apakah manusia akan menjadi pintar atau bodoh sangat tergantung pada bagaimana cara mereka memanfaatkan waktu. keterampilan seseorang dalam memanfaatkan waktu dapat menentukan apakah dirinya akan menjadi dewasa atau tua saja. Banyak manusia yang memanjakan dirinya dalam waktu yang luang yang seharusnya untuk belajar manambah ilmu. Maka jika dirinya terus-terusan berleha-leha maka ilmmunya tidak akan bertambah ya lama-lama jadi bodoh juga kan?
  7. Cenderung menuruti 'kata ego' dari pada 'kata hati'.  Kata hati sih ingin pintar dan rajin belajar, namun ego selalu menggoda dengan kenikmatan; malas-malasan, capek dan istirahat, kantuk dsb. Dan parahnya kita sering patuh pada ego dari pada hati (bisikan setan dari pada panggilan Ilahi jika menurut agama). Nafsu sering dituruti ketimbang perintah Tuhan. Nah ini yang bisa membuat kita menjadi manusia bodoh.
Dari semua hal yang tekstual diatas, sebenarnya bisa kita sederhanakan bahwa mindset kita yang menjadikan kita ini bodoh atau genius. Jika kita memiliki mindset yang benar tentang diri cerdas kita, maka kita akan menjadi cerdas seperti seharusnya.

Allah menganugrahkan semua potensi untuk kita pergunakan sebagaimana mestinya. Kemampuan berpikir kita harus diupgrade terus menerus agar selalu siap dengan kondisi terkini. Menuntut ilmu itu sebuah kemestian. Apalagi jika anda seorang muslim, maka wajib hukumnya menuntut ilmu. Jika hukumnya wajib berarti akan berdosa jika tidak dilaksanakan. Ini secara tidak langsung jika manusia 'bodoh' bisa berdosa. Ayo pilih mana 'bodoh' dan berdosa atau cerdas dan berpahala? ...


Salam cerdas...


Tidak ada komentar: